Langsung ke konten utama

[Review Film] Milly & Mamet: Kisah Komedi Romantis Rekomendasi Untuk Akhir Tahun

image by grid.id

Film Milly & Mamet memang sudah ditunggu kehadirannya di layar lebar sejak berbulan-bulan lalu. Mulai dari merilis teaser poster dan trailer, film ini akhirnya resmi tayang sejak hari Kamis tanggal 20 Desember 2018. Sebagai spin off dari film fenomenal Ada Apa Dengan Cinta, tentu antusias penonton pun cukup besar dalam menyambutnya.

Baca Bioskop pun sudah menontonnya kemarin dan pada kesempatan kali ini akan memberikan sedikit ulasan dari film tersebut.

Melihat dari official trailer yang sudah ada di YouTube beberapa waktu lalu, sedikit tergambar bahwa film ini memfokuskan pada kehidupan rumah tangga Milly dan Mamet yang sudah memiliki anak. Dengan garapan Ernest Prakasa, film ini tidak hanya dikemas dengan kisah romantis biasa, melainkan disisipkan dengan bumbu komedi yang mengocok perut.

Lima menit pertama menceritakan kisah keduanya sebelum menikah, lebih tepatnya pada saat acara reuni SMA. Di sini para penonton akan dibuat nostalgia karena ada Cinta (Dian Sastro) dan kawan-kawan juga. Sedikit mengingatkan kebersamaan mereka di film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang rilis 2 tahun lalu.

Meski saat itu Milly sudah memiliki kekasih, ternyata kebersamaannya dengan Mamet menciptakan cerita baru yang membuat keduanya jatuh cinta, hingga berlabuh pada pernikahan dan memiliki anak. Kehidupan bahagia mereka masih baik-baik saja sampai Mamet membuat sedikit masalah di pabrik tempat dia bekerja, sehingga harus berurusan langsung dengan mertuanya yang merupakan ayah dari Milly.

Sosok cantik Alex diperankan oleh Julie Estelle sebagai sahabat Mamet ketika kuliah dulu. Pertemuan keduanya bermaksud untuk membangun bisnis bersama di bidang kuliner, mengingat Alex dan Mamet memang berasal dari jurusan tata boga. Dibantu oleh James (Yoshi Sudarso) yang juga sebagai kekasih Alex, bisnis mereka dimulai dengan membuat restoran yang menghadirkan menu-menu sehat.

Pilihannya Mamet yang kembali pada passion-nya di bidang kuliner membuat sedikit masalah di keluarganya. Mulai dari istrinya sendiri hingga (lagi-lagi) mertuanya. Dari sinilah konflik mulai terasa.

Baiklah, kurang lebih itu sedikit cuplikan untuk film Milly & Mamet. Baca Bioskop tidak ingin memberi spoiler lebih jauh lagi agar yang belum menonton tetap bisa enjoy dan penasaran. Nah sekarang mari kita mengulas secara lebih dalam film Milly & Mamet ini.

Konflik yang dibuat dalam film Milly & Mamet sebenarnya adalah konflik biasa yang terjadi pada kehidupan orang yang berumah tangga. Seperti dihadapkan pada dua pilihan sulit, cara berkomunikasi dengan mertua, menghadapi rasa cemburu, ataupun untuk memikirkan strategi bisnis tanpa menganggu waktu bersama keluarga.

Jalan cerita yang ringan membuat film ini mudah dimengerti sekalipun jika kamu belum menonton film Ada Apa Dengan Cinta. Ditambah dengan banyak adegan komedi, penonton pun tidak akan merasa bosan dengan alur cerita dan tentunya selalu ada adegan-adegan yang mengocok perut.
image by id.bookmyshow.com
Hal yang menjadi keunggulan selanjutnya dalam film ini adalah hadirnya bintang-bintang ternama yang ikut jadi memerankan beberapa tokoh. Sebut saja ada Surya Saputra, Dian Sastro, Titi Kamal, Adinia Wirasti, Yoshi Sudarso, Ernest Prakasa, Eva Celia, Jevin Julian, Melly Goeslaw, Dinda Kanya Dewi, serta beberapa komedian dari ajang Stand Up Comedy.

Yang paling menarik perhatian adalah adanya Isyana Sarasvati yang memerankan Rika, sebagai salah satu karyawan James. Penyanyi cantik kelahiran tahun 1993 ini ternyata memiliki bakat dalam bidang akting. Dengan wajah polosnya, Isyana berhasil membuat kagum penonton dengan akting kocaknya. Pokoknya setiap ada Isyana di adegan film, selalu saja membuat tertawa.

Akting dari masing-masing pemain pun tidak bisa diragukan. Sissy Priscillia yang memerankan Milly menjadi favorit penulis karena ia benar-benar bisa mendalami peran yang diberikan. Apalagi ketika adegan konflik bersama Mamet, peran Milly bisa membuat penonton ikut larut dalam emosi.

Meski memang memiliki banyak keunggulan, tapi ada beberapa hal yang jadi perhatian untuk film Milly & Mamet dari pandangan pribadi penulis yang mungkin berbeda dari pandangan pembaca.

Konflik yang dihadirkan sebenarnya adalah konflik sederhana yang kurang greget. Jalan cerita yang klasik pun akan membuat penonton bisa menebak-nebak bagaimana jalan cerita selanjutnya. Bagian humornya memang bisa mengocok perut. Tapi didi beberapa adegan kita akan menemui adegan garing yang membuat berpikir ini gimana sih maksudnya?

Secara keseluruhan film Milly & Mamet tetap menjadi rekomendasi untuk kalian yang akan menonton akhir tahun ini. Meskipun bersaing dengan beberapa film luar seperti Spiderman: Into Spider-Verse dan Bumblebee, film ini sepertinya akan mencetak angka penonton yang cukup besar. Hal ini bisa dilihat dari antusias masyarakat yang tinggi. Di dalam studio bioskop pun, bangku penonton penuh hingga paling bawah.

Oh iya, untuk nilainya sendiri, Baca Bioskop memberikan skor sebesar 8.5/10 dengan beberapa pertimbangan di atas tadi. Tentunya penilaian dari pembaca lain bisa berbeda dengan penilaian ini.

Nah, sekian dulu untuk ulasan film kali ini. Sampai jumpa di ulasan film selanjutnya!

-Baca Bioskop, 2018-




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Untuk Kamu Supaya Nggak Perlu Antre di Bioskop

image by flashbak.com Dunia perfilman rasanya tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat. Setiap waktunya selalu saja ada film baru hadir di bioskop menemani para pencinta film, baik itu film lokal ataupun luar negeri. Tidak jarang, beberapa film yang dirilis membuat antusias masyarakat begitu tinggi ketika ingin menontonnya sehingga membuat bioskop penuh. Jenis film seperti ini biasanya merupakan kelanjutan dari film sebelumnya yang berjarak beberapa tahun dari waktu terakhir tayangnya. Atau bisa juga merupakan film yang sudah ditunggu penayangannya sejak berbulan-bulan lalu. Banyak orang rela mengantre panjang di loket pembelian demi mendapatkan tiket. Sayangnya, meski begitu, ada hal yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Misalnya saja, mendapat jadwal penayangan jauh lebih lama dari waktu yang diharapkan, sehingga harus menunggu waktu beberapa jam lagi agar bisa menyaksikan film yang ditunggu. Atau ada juga kasus di mana mendapat bangku penonton di bagian bawah l...